Kisah Amarah

Dalam kepenatan…
Ditempa lelah yang membuncah
Raut mukanya mengisyaratkan rasa
Kecewa, hati tertusuk remuk
Inginnya mengamuk
Tapi takut terkutuk
Oleh nasib yang terpuruk
dan dosa yang kian menumpuk
Lalu..
Dirinya terduduk, merasa…
Luapan ego cukup sudah
Hingga amarah tertahan..
Lidah pun mengejang
Terdiam dalam kecamuk kekesalan
Membendung tangis
Sia-sia…
Air mata tetap mendera
Membasahi pipinya
Kian memerah, merana…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s