BOCAH SEMIR

Sumber : http://www.eramuslim.com

Hampir selalu ada fenomena duka di belantara Jakarta. Tak terkecuali di kalangan anak-anak. Di usia yang mestinya sibuk belajar, bercengkrama dengan ayah ibu, kakak adik; justru mereka bercapek-capek mencari nafkah.

Hampir selalu ada fenomena duka di belantara Jakarta. Tak terkecuali di kalangan anak-anak. Di usia yang mestinya sibuk belajar, bercengkrama dengan ayah ibu, kakak adik; justru mereka bercapek-capek mencari nafkah.

Inilah di antara kesibukan anak-anak di parkiran sebuah mal di kawasan Jl. Gajah Mada, Jakarta. Dengan menyemir sepatu, bocah ini mengambil peran orang tua dalam membiayai keluarga. Berikut penuturannya,

Nama adik siapa?
Reza

Umurnya berapa?
13 tahun.

Masih sekolah?
Masih, kelas 1 SMP.

Bapak ibu kerja apa?
Jualan nasi uduk di rumah.

Rumahnya di mana?
Dekat sini.

Kakak kerja apa?
Kakak baru lulus SMK. Masih nganggur.

Adik-adik?
Semua masih sekolah.

Tiap hari di sini?
Ya, mulai pulang sekolah sampe malam.

Dapat berapa duit tiap hari?
Nggak tentu.

Per hari, paling banyak nyemir berapa sepatu?
20.

Per sepatu dibayar berapa?
Ada yang ngasih seribu, ada yang dua ribu.

Uangnya buat apa?
Buat emak, sama nabung.

Cita-cita mau jadi apa?
Hmm… (Cuma tersenyum, red)

5 thoughts on “BOCAH SEMIR

  1. Bersyukurlah kita yang masih bisa tidur nyenyak tanpa harus memikirkan apakah esok kita masih bisa makan atau tidak…

  2. Yups, bner banget. Tapi mengapa masih banyak juga orang yg ga bersyukur dengan apa yg telah diberikan kepada mereka padahal masih banyak yg jauh dibawah mereka. Ya itulah manusia🙂
    Keep yur blog neng, moga bermanfaat buat semua ajah😉

  3. Salah satu kunci hidup bahagia adalah bersyukur. Setiap manusia pasti tidak akan lepas dari rizkiNya, termasuk kisah bocah semir yang bertebaran di Jakarta. Suasana sulit di Jakarta sangat membekas dalam kehidupan mereka. Perasaan ini aku rasakan sendiri ketika aku di Jakarta dan menyaksikan betapa susahnya hidup yang mereka jalani. Klo kalian semua tahu mereka juga bekerja berlandaskan keikhlasan.
    Pernah suatu saat aku berkunjung ke kantorku yg berada di Jakarta, saat aq hendak shalat Ashar dan meletakkan sepatu kerja di dekat tangga mushalla. Selesai shalat, aq tidak begitu memperhatikan keadaan sepatuku dan berlalu begitu saja. Namun beberapa langkah kemudian aq sadar klo sepatuku baru saja disemir. Bergegas aku kembali dan ternyata ada seorang bocah yg sedang duduk tidak jauh dari mushalla yg tidak sempat aq perhatikan sejak tadi. Aku hampiri bocah itu dan bertanya “Adek yg menyemir sepatu saya ?” , “Iya Bang” sahutnya. Aku berkata sambil terheran kenapa dia tadi tidak menagih jasanya ke aku. “Saya cuma pingin orang2 disekitar sadar dan betapa kami butuh bantuan untuk biaya hidup, dan dengan inilah kami mencari nafkah.” dia berkata sambil tersenyum. Langsung aku beri honor yg pantas baginya. Semoga saja kelak dia mendapat rizki yg lebih berlimpah dariNYA.

  4. Subhanallah…

    Anak yg luar biasa. Jarang bgt loh, ada anak seperti itu

    Iya ya, emang klo qt mau melihat lebih dekat lagi, di sekitar qt ini, banyak bgt fenomena2 yg mbuat qt lebih memaknai hidup.

    Makasih ya .. ^_^ antum udh mau berbagi pengalaman..

    Semoga dr cerita antum, bisa jd motivasi n inspirasi buat yg lain n aq sendiri tentunya…

    Teruskan perjalanan ya Musafir… ^_^ di persimpangan jln berikutnya, antum mungkin akan menjumpai lagi fenomena yg antum gak pernah temui sebelumnya.

    HAMASA !! GANBATTE !! CHAIYO !! SeManGaDD !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s